Tangisan Sang Ibu Pencerah


Wahai seluruh perempuan hebat Indonesia
Masih ingatkah kau dengan sosok pencerah kaummu?
Sang pejuang emansipasi perempuan sepanjang masa
Jika tidak, berarti dirimu tertidur lelap saat pelajaran sejarah

Wahai seluruh perempuan hebat Indonesia
Apakah kau pernah mendengar salah satu kutipannya?
Kalimat penuh makna, Habis Gelap Terbitlah Terang
Jika tidak, maka dirimu bukan perempuan sepenuhnya

Wahai seluruh perempuan hebat Indonesia
Beliau adalah sosok pendobrak belenggu kehormatan
Mengangkat kaum perempuan yang tertindas di masa silam
Namun, semua yang dilakukannya menjadi tidak berarti

Pada masa sekarang sebagian dari para kaummu
Mulai tidak menghiraukan perjuangan Sang Ibu Pencerah
Mereka malah lebih memilih untuk menjajakan dirinya
Hanya demi mendapatkan limpahan materi tiada arti

Dunia maya menjadi lapak menjajakan diri mereka
Mengekspos bentuk tubuh dari atas hingga ke bawah
Untuk mampu menarik minat para buaya darat
Sekaligus mengejar ketenaran dan keviralan semata

Sang Ibu Pencerah hanya menangis tersedu-sedu
Melihat kelakuan dari mereka yang kian merajalela
Juang jadi sirna akibat gerusan moral oknum kaumnya
Hak dan kehormatan pun semakin tidak ternilai

Jangan buat Ibu Kita menangis di sisi Sang Pencipta
Hargai perjuangannya dengan menjadi perempuan hebat
Mari tunjukkan perempuan mampu mengubah segalanya
Melalui aksi, Perempuan Bisa Melanjutkan Perjuangannya

Sidoarjo, 21 April 2021
Pandu Rudy Widyatama

Pandu Rudy Widyatama

Perkenalkan, nama saya Pandu Rudy Widyatama. Saya biasanya dipanggil dengan nama sebutan Pandu. Saya seorang mahasiswa S1 PPKn dan sedang mengenyam pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Posting Komentar

Ayo Berbagi Pengetahuan

Lebih baru Lebih lama