Jati Diri PGRI Menjawab Masa Depan


Pada masa yang akan datang, organisasi PGRI harus terus mengembangkan jati dirinya sesuai dengan tuntutan jaman yang ada sekarang ini. Organisasi PGRI harus disesuaikan dengan dinamika yang terus berlangsung di dalam masyarakat. Organisasi PGRI ini harus dapat memberikan suatu jawaban terhadap permasalahan yang terus muncul, menyikapi segala bentuk tantangan yang menghadang, dan memberikan suatu kontribusi lebih terhadap berbagai macam tuntutan yang ada serta memenuhi kebutuhan yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia terutama yang berkaitan dengan dunia pendidikan yang secara spesifik bersentuhan dengan persoalan guru.

Mohamad Surya (2003) menyatakan, bahwa dalam menghadapi era reformasi dan menyongsong masa depan, organisasi PGRI harus memiliki paradigma baru yang paham dan juga mampu menyikapi segala bentuk tantangan, memiliki jati diri yang kuat, memiliki nilai-nilai keterbukaan untuk dapat membangun tata kelola organisasi PGRI, dan juga membangun hubungan kemitraan internasional terutama dalam kerja sama dengan masyarakat internasional. Organisasi PGRI dalam menyongsong masa depan yang harus perlu diketahui dan dipahami oleh para calon guru dan guru serta tenaga kependidikan lainnya.

Era reformasi merupakan peran baru yang biasanya ditandai dengan adanya bentuk perubahan yang mendasar untuk membentuk suatu tatanan kehidupan baru yang lebih baik guna untuk dapat mencapai tujuan nasional yang telah dicita-citakan oleh bangsa Indonesia. Perubahan dalam reformasi dilakukan secara konsepsional dan konstitusional dengan berbagai macam strategi dan program yang lebih baik dan efektif. Suatu tatanan kehidupan yang baru diupayakan melalui reformasi tersebut yang bersifat holistik dalam keseluruhan tatanan kehidupan yang mencakup beberapa aspek, yaitu aspek politik, aspek sosial, aspek budaya, dan lain sebagainya.

Organisasi PGRI sebagai organisasi yang memiliki jati diri. Jati diri merupakan bagian urat nadi perkembangan dan keberadaan PGRI dalam menempuh seluruh perjalanan bangsa Indonesia. Jati diri menjadi tanggung jawab yang besar untuk terus dijaga dan dipelihara di tengah perubahan yang terus berlangsung hingga saat ini. Jati diri yang pada hakikatnya adalah landasan filosofis yang menjadi norma dalam pola pikir, pola sikap, pola perbuatan, dan pola tindakan yang bersifat mengikat dan harus ditaati oleh para anggota dan pengurus PGRI yang sesuai dengan semangat kelahirannya. Jati diri PGRI lahir sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan yang mewadahi kaum guru, dosen, dan tenaga kependidikan lainnya di seluruh Indonesia dalam upaya untuk dapat memperoleh, mempertahankan, dan juga mewujudkan hak-hak asasinya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan pengemban profesi keguruan. Serta untuk memperjuangkan segala aspirasinya dan kepentingannya sebagai suatu profesi.

Selain itu, para anggota dan pengurus PGRI dapat berperan banyak dalam membenahi kinerja guru agar nantinya dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas baik dari segi penguasaan ilmu, budaya kerja, dan sikap mental. Organisasi PGRI juga harus memberikan bentuk masukan, evaluasi, dan koreksi secara konsepsional dan profesional kepada masyarakat, pemerintah, dan negara. Organisasi PGRI berupaya dalam memperjuangkan kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berperan besar dalam pembangunan nasional serta turut ikut mewujudkan pendidikan nasional yang lebih baik.

Dalam menghadapi era reformasi, organisasi PGRI nantinya akan menghadapi beberapa tantangan dan juga menjawab tantangan tersebut. Tantangan itu saling berkaitan satu sama lainnya dan memberikan dampak besar secara langsung terhadap dunia pendidikan dalam menyongsong masa depan. Dalam menghadapi tantangan yang menghadang, organisasi PGRI harus dapat menyikapinya secara baik dan efektif. Tantangan itu bersifat global, nasional, dan organisasional.

Tantangan yang bersifat global adalah suatu kecenderungan dalam kehidupan di masa depan seperti yang terjadi pada abad ke 21 yang biasanya ditandai dengan adanya bentuk proses perubahan yang berlangsung secara cepat terutama dalam perjalanan waktu ilmu pengetahuan dan teknologi dengan segala dampaknya. Seperti halnya di era globalisasi sekarang ini yang penuh dengan adanya banyak persaingan yang semakin ketat dengan segala bentuk perubahan yang bermacam-macam dan juga mempunyai keunikannya tersendiri. Dengan adanya kondisi semacam itu, maka jalan yang harus ditempuh oleh organisasi PGRI sendiri adalah dengan cara meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dalam menghasilkan suatu karya-karya yang bermanfaat, baik, dan juga bermutu.

Kondisi masa depan nantinya pasti akan sangat berbeda dengan masa lalu dan masa sekarang saat ini. Kehidupan di masa depan akan menuntut sumber daya manusia yang baik dan juga bermutu serta harus dapat mengatasi berbagai macam tantangan yang menghadang dan juga harus dapat memenuhi berbagai kebutuhan bangsa Indonesia terutama yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Pada era globalisasi sekarang ini banyak ditandai dengan adanya suatu ketergantungan antar bangsa di seluruh dunia. Suasananya yang kompetitif dalam segala bidang dan seluruh sumber daya manusia yang dituntut untuk mampu dalam beradaptasi secara dinamis agar nantinya dapat menjamin kelangsungan hidup di tengah derasnya tantangan masa depan. Apabila hal itu dapat dengan dilakukan sebaik-baiknya, maka tantangan global dapat diatasi, diantisipasi, dan disikapi dengan baik.

Tantangan yang bersifat nasional bersumber pada perkembangan reformasi di segala bidang terutama dalam bidang politik yang di mana sebagai bentuk koreksi terhadap beberapa kelemahan pada era sebelumnya. Seperti pada era reformasi ini yang mana terjadi pergeseran pada suatu tatanan kehidupan politik dan pemerintahan yang sangat berpengaruh terhadap tatanan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Hal yang paling mendasar dalam menjawab tantangan nasional ini adalah dengan adanya upaya pengembangan sumber daya manusia PGRI yang konsisten dan peduli terhadap jati diri PGRI. Untuk menghadapi tantangan nasional tersebut, organisasi PGRI dituntut untuk dapat berpartisipasi dengan melakukan reformasi secara dinamis dalam segi struktural, segi kultur, segi substansi, dan segi sumber daya manusia sehingga nantinya organisasi akan tetap lestari dan juga adaptif terhadap kondisi dan perkembangannya serta untuk dapat meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia PGRI yang bermutu dan profesional yang mampu mengatasi berbagai macam tantangan dan memenuhi kebutuhan bangsa Indonesia.

Tantangan yang bersifat organisasional adalah tantangan yang bersumber dari terjadinya perubahan dalam kehidupan berbagai organisasi sebagai konsekuensi perkembangan global dan nasional. Setiap organisasi harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan dan tuntutan yang terus berkembang. Organisasi PGRI harus mampu mewujudkan dirinya sebagai organisasi yang senantiasa belajar secara berkesinambungan yang melakukan transformasi ke arah yang lebih baik lagi dalam pengelolaan pendidikan dan penggunaan teknologi. Dengan demikian, organisasi PGRI perlu didayagunakan secara optimal untuk menjawab tantangan masa depan.

Pandu Rudy Widyatama

Perkenalkan, nama saya Pandu Rudy Widyatama. Saya biasanya dipanggil dengan nama sebutan Pandu. Saya seorang mahasiswa S1 PPKn dan sedang mengenyam pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Posting Komentar

Ayo Berbagi Pengetahuan

Lebih baru Lebih lama