Karya Oleh: Pandu Rudy Widyatama (2300103913154017), Mahasiswa PPG Prajabatan Program Studi PPKn Universitas Negeri Surabaya Gelombang 1 Tahun 2024
Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia menjadi suatu landasan yang sangat penting, baik secara moral maupun secara filosofis guna menuntun negara Indonesia yang berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, bermusyawaratan, dan berkeadilan sehingga diharapkan membentuk prinsip yang maju. Menghayati nilai-nilai Pancasila adalah proses yang esensial bagi masyarakat terutama generasi muda seperti halnya para siswa untuk membangun karakter dan jati diri mereka sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang sejati. Siswa adalah sosok penerus peradaban bangsa yang mana diharapkan harus mampu meneruskan nilai-nilai Pancasila melalui penghayatan dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengapa siswa sangat perlu untuk mampu menghayati nilai-nilai Pancasila? Hal itu perlu dilakukan karena nilai-nilai dari Pancasila seperti halnya nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan juga keadilan sosial menjadi landasan yang utama untuk bisa membangun karakter bangsa yang berakhlak mulia, bertoleransi, dan cinta terhadap tanah air dan bangsa. Melalui upaya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila akan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara Indonesia. Pancasila menjadi perekat yang menyatukan bangsa Indonesia yang beragam suku, agama, dan budaya. Siswa yang menghayati nilai-nilai Pancasila pastinya akan lebih menghargai perbedaan dan saling menghormati antar sesama.
Penghayatan akan nilai-nilai Pancasila khususnya di sekolah adalah bagian dari investasi jangka panjang yang mana nantinya siswa sebagai generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya secara hati nuranu dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi serta cinta terhadap tanah airnya dengan setulus hati. Dalam menghayati nilai-nilai Pancasila, pastinya siswa akan mengalami yang namanya suka dan suka. Namun, secara kesadaran entitas dan identitas Pancasila akan membentuk karakter dan sikap siswa yang kokoh dan sekaligus akan menjadikan mereka sebagai warga negara yang berperan secara aktif dalam membangun bangsa dan negara sesuai cita-cita dan tujuannya.
1. Menghargai Keberagaman Siswa dalam Pembelajaran di Kelas Wujud Penghayatan Nilai Pancasila sebagai Entitas
Guru yang Membimbing Siswa Reguler dan Siswa Slow Learner di Kelas (Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi)
Makna entitas secara nyata bahwa Pancasila sendiri bukan hanya sekadar seperangkat nilai atau lambang kebangsaan, tetapi dari keberadaan Pancasila itu mencerminkan suatu hakikat dan makna dari perwujudan bangsa Indonesia. Sebagai sebuah ideologi negara, bahwa Pancasila mengikat seluruh elemen masyarakat, baik dari skala yang paling kecil adalah keluarga, skala yang menengah yaitu keluarga, dan bahkan skala yang lebih besar dan luas adalah masyarakat. Pancasila secara ideologi yang menegaskan bahwa Indonesia adalah perwujudan dari sebuah negara yang inklusif, damai, dan juga berdaulat. Pancasila menjadi pemaknaan masyarakat Indonesia yang beragam dan juga multikutural.
Pancasila merupakan entitas yang mana mengandung jiwa pemersatu yang secara tidak langsung mempresentasikan identitas dari bangsa Indonesia itu sendiri. Seperti halnya ketika guru yang memberikan pembimbingan dan pendampingan pada para siswanya, yang mana guru tersebut tidak membeda-bedakan mereka berdasarkan budaya dan latar belakangnya. Selain itu, antar siswa yang diarahkan untuk bisa menjadi sosok tutor sebaya bagi teman-temannya sehingga mereka saling belajar bersama dan berdampingan dalam belajar. Hal tersebut ditunjukkan dari potret bermakna di atas yang mana siswa reguler memberikan pendampingan pada temannya yang slow learner agar bisa mengerjakan tugasnya dengan baik dan terarah bersama dengan guru mata pelajarannya. Perwujudan ini pula juga menjadi dasar proses pendidikan yang berpihak pada peserta didik dan guru menjadi fasilitator dan validator dalam proses belajar siswa dalam pembelajaran di kelas.
Potret tersebut menunjukkan bahwa segala bentuk tingkah laku dan proses persatuan dalam perbedaan yang terjadi di kelas tersebut adalah wujud dari Pancasila yang muncul baik secara langsung maupun tidak langsung. Pancasila apabila dihayati dan diamalkan dengan baik maka akan mengakomodasi keberagaman dan nilai-nilainya mempersatukan bangsa dalam perbedaan, serta menjadikannya entitas yang kaya dan kokoh. Pancasila menjadi sumber kekuatan dan motivasi mengapa bangsa Indonesia bisa berdiri hingga saat ini walau banyak perbedaan yang senyalir dan beriringan. Nilai-nilainya membangkitkan rasa semangat persatuan, gotong royong, toleransi, dan perdamaian yang berkemajuan.
2. Pancasila sebagai Identitas Terwujud dalam Pengamalan Kegiatan P5 pada Siswa di Proses Pembelajarannya di Kelas
Kegiatan P5 Mewujudkan Generasi Muda yang Berkebinekaan Global (Sumber Gambar: Dokumentasi Pribadi)
Pancasila sebagai identitas yang bermakna bahwa Pancasila buhan hanya sebagai nilai-nilai luhur, tetapi juga menjadi pedoman untuk mengarahkan masyarakat untuk bersikap dan bertindak sebagaimana yang semestinya. Dalam pendidikan di abad 21, Pancasila bukan hanya sekadar bahan pelajaran, melainkan juga menjadi identitas yang akan membentuk karakter siswa dalam proses pembelajarannya. Seperti halnya profil pelajar Pancasila yang mana mencerminkan generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreati. Beberapa elemen ini selain sebagai cerminan yang harus ada dalam diri siswa, tetapi menjadi pengarah terhadap tindakannya agar apa yang dilakukannya tetap sejalan pada nilai-nilai karakter yang baik.
Kegiatan P5 yang mengandung elemen berkebinekaan global dapat diwujudkan pada lingkungan siswa melalui proses kegiatan pembelajaran yang mengambil tema kearifan lokal. Kearifan lokal di sini dapat dilakukan dengan cara yang beragam seperti yang ada di dalam potret siswa di SMP Negeri 39 Surabaya tersebut yang mana siswa menerapkan beberapa ragam budaya seperti membuat makanan lokal khas daerah dari kota Surabaya berupa Tahu Tek, melakukan kegiatan kebudayaan upacara adat berupa Tedak Sinten, melakukan tarian adat lokal Remo, dan beberapa kegiatan budaya lainnya. Kegiatan-kegiatan budaya lokal sebagai bagian dari nilai-nilai luhur yang sebenarnya jika diwujudkan dengan baik maka akan mengarahkan seseorang untuk berkarakter dan berbudaya. Nilai-nilai luhur yang ada di kehidupan masyarakat menjadi dasar dari terwujudnya Pancasila, sehingga dari situ Pancasila menjadi wujud dari keberlangsungan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Pancasila sebagai dasar negara yang sangat berkaitan dengan aspek-aspke di bidang pendidikan. Salah satunya yang berkaitan erat dengan Pancasila di era sekarang adalah kurikulum merdeka yang mana salah satunya adalah pada projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). Salah satu dari program tersebut menjadi komponen yang inovatif dalam kurikulum merdeka yang mana tujuan dari P5 sendiri adalah dengan memberikan siswa pada pengalaman nyata guna menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila melalui berbagai proses kegiatan pembelajaran berbasis proyek, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kegiatan P5 sendiri juga berperan dalam menguatkan karakter serta kompetensi siswa melalui nilai-nilai Pancasila. Proses melibatkan siswa dalam kegiatan-kegatan P5 seperti potret di atas yang membantu dalam mengembangkan keterampilan para siswa seperti keterampilan memimpin, bekerja sama, kreativitas, berpikir kritis, dan peduli.
Penghayatan nilai Pancasila dapat dilakukan siswa melalui banyak tindakan, seperti pada saat proses pembelajaran di kelas maupun kegiatan praktik P5. Penghayatan nilai Pancasila secara entitas dapat diwujudkan seperti menghargai keberagaman siswa yang memiliki perbedaan potensi dan saling membantu satu sama lain melalui proses tutor sebaya. Melalui penghayatan tersebut sebagai pengamalan nilai Pancasila sila kedua yaitu kemanusiaan yang adi dan beradab. Sila kedua menekankan pada hak yang sama bagi setiap individu dan mereka layak untuk dihormati. Selain itu, penghayatan nilai Pancasila secara identitas dapat diwujudkan seperti mengamalkan kegiatan-kegiatan P5 pada siswa melalui proses pembelajarannya di kelas. Melalui penghayatan tersebut sebagai bentuk pengamalan dari nilai Pancasila sila ketiga yaitu persatuan Indonesia. Sila ketiga yang menekankan pada memperkuat persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan pelestarian budaya dalam rangka menjaga eksistensi budaya lokal secara baik.
Beberapa wujud dari potret yang telah ditunjukkan bahwa penghayatan nilai-nilai dari Pancasila sangat perlu untuk dilakukan karena untuk membangun karakter dan identitas bangsa Indonesia. Penghayatan nilai Pancasila terjadi melalui pendidikan. Sekolah yang mana menjadi sarana yang sangat penting dalam membentuk pemahaman dan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila mencerminkan jati diri bangsa Indonesia karena terwujud dari nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia. Melalui penghayatan secara nyata akan membantu bangsa Indonesia dalam mempertahankan identitas nasional secara kuat. Penghayatan nilai-nilai Pancasila membentuk krakter indivisu dan masyarakat. Sehingga dari hal tersebut bahwa perlunya penghayatan nilai-nilai Pancasila di segala aspek lingkungan yang salah satunya adalah lingkungan pendidikan, namun juga pastinya dalam perwujudannya di kehidupan sehari ada suka duka dalam penghayatannya.